3 Pesan Al-Qur’an dalam Mendidik Anak

Artikel Dosen    Parenting Nabawiyah    08 May 2026    4 menit baca
3 Pesan Al-Qur’an dalam Mendidik Anak

Anak adalah anugerah besar dari Allah yang tak ternilai harganya, sebuah karunia yang hanya bisa dipahami oleh mereka yang belum mendapatkannya. Bagi mereka yang diuji dengan belum dikaruniakan anak, usaha tiada henti dilakukan, berkunjung ke dokter demi dokter, berharap mendapatkan anugerah luar biasa ini.

Karena karunia ini pula, tangan-tangan diangkat, hati penuh doa, memohon dengan sepenuh jiwa kepada Allah. Allah berfirman tentang Nabi Zakariya:

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُۥ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِى مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa. (QS. Ali Imran: 38).

Tentang hamba-hambaNya yang shaleh ‘Ibadurrahman, Allah berfirman:

وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Furqan: 74).

Anak adalah penyejuk mata, penyebab ketenangan bagi hati orang tua, terutama ketika mereka tumbuh dengan baik, diasuh dengan penuh kasih sayang, perhatian, dan hak-hak mereka dipenuhi sesuai dengan ridha Allah ﷻ. Namun, di balik karunia ini, ada amanah besar yang harus dipikul oleh orang tua, yang akan dimintai pertanggungjawabannya di hari kiamat kelak.

Di tengah zaman yang penuh tantangan dan fitnah seperti saat ini, mendidik anak adalah ujian yang sangat berat bagi setiap orang tua. Kita hidup di era yang penuh dengan godaan, di mana setiap orang tua yang mendidik anaknya bagaikan seorang penggembala domba di padang yang dipenuhi ancaman berbahaya. Jika ia lengah, serigala akan datang menerkam.

Namun, di tengah segala kesulitan itu, Islam selalu menyediakan pedoman dan teladan yang jelas. Tema pendidikan anak sangat jelas disebutkan dalam banyak ayat Al-Qur'an yang mendorong untuk memberikan arahan yang baik dan pendidikan yang benar. Di antara 3 pesan Al-Qur’an dalam mendidik anak adalah:

  1. Menanamkan Aqidah yang benar

Allah ﷻ berfirman dalam surat Luqman:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar". (QS. Luqman: 13)

Kita juga harus menumbuhkan rasa pada anak bahwa Allah senantiasa mengawasi dan melihat segala sesuatu, meskipun mereka tidak dapat melihat-Nya. Allah Maha Mengetahui segala yang tampak maupun yang tersembunyi, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya di langit maupun di bumi. Allah ﷻ berfirman dalam Surat Luqman:

يَٰبُنَىَّ إِنَّهَآ إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُن فِى صَخْرَةٍ أَوْ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ أَوْ فِى ٱلْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

 (Luqman berkata): “Wahai anakku, sesungguhnya jika ada sesuatu seberat biji sawi sekalipun, lalu ia berada di dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. Luqman: 16)

Oleh karena itu, anak harus dibesarkan dengan cinta kepada Allah, mengenal-Nya, beriman kepada-Nya, serta memahami kekuasaan dan sifat-sifat-Nya.

  1. Mengajarkan Shalat

Setelah membentuk keyakinan yang benar, langkah selanjutnya adalah mengajarkan anak untuk shalat, menjelaskan pentingnya shalat, keutamaannya, dan bahaya meninggalkannya. Shalat adalah tiang agama, shalat merupakan hubungan antara hamba dan Tuhannya yang mencintainya, memberikan rizki, memberikan petunjuk, dan memperbaiki keadaannya.

Banyak ayat yang mendorong untuk mendirikan shalat. Allah ﷻ berfirman:

يَٰبُنَىَّ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ وَأْمُرْ بِٱلْمَعْرُوفِ وَٱنْهَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَٱصْبِرْ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS. Luqman: 17).

Allah juga memuji Nabi Ismail: 

وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُۥ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱلزَّكَوٰةِ وَكَانَ عِندَ رَبِّهِۦ مَرْضِيًّا

"Dan dia (Ismail) memerintahkan keluarganya untuk mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan dia selalu mendapat keridhaan di sisi Tuhannya." (QS. Maryam: 55).

Dalam tafsirnya, Imam As-Sa'di menjelaskan bahwa Nabi Ismail selalu menegakkan perintah Allah untuk keluarganya, memerintahkan mereka untuk shalat yang mencakup keikhlasan dalam ibadah, dan menunaikan zakat yang mencakup kebaikan terhadap sesama.

  1. Berbakti kepada Orang Tua

Dalam pendidikan Islam, penting juga untuk mendidik anak agar selalu berbakti kepada orang tua, berbuat baik kepada mereka, dan menyayangi mereka. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah:

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ* وَإِن جَٰهَدَاكَ عَلَىٰٓ أَن تُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِى ٱلدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَٱتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَىَّ ۚ ثُمَّ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ.

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. Luqman: 14-15).

Mengajarkan anak untuk menghormati dan berbakti kepada orang tua adalah landasan penting dalam membentuk akhlak mereka, serta menumbuhkan rasa kasih sayang yang tulus dalam keluarga. 

Dengan mengikuti petunjuk yang diajarkan Al-Qur’an, orang tua dapat membimbing anak-anak mereka untuk tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya sukses di dunia, tetapi juga mendapat keridhaan Allah di akhirat. Semoga Allah senantiasa memberikan kita kekuatan dan petunjuk untuk menjalankan amanah besar ini dengan penuh keikhlasan. 

Barakallahufikum

 

Ditulis Oleh: Ustadz Harun Thoha, Lc.

Koordinator Akademi Keluarga dan Dosen Akademi Al-Qur'an

 

Sumber referensi:

  1. Tafsir As-Sa’di

  2. Masuliyat al-Walid Fii Tarbiat al-Walad

lanjut baca