Bulan Rajab telah tiba menyapa segenap muslimin yang rindu akan musim-musim kebaikan. Bulan Rajab datang artinya bulan Ramadhan pun akan segera datang. Perlu adanya persiapan maksimal menyambut datang nya bulan mulia tersebut.
Ada banyak amalan dan ibadah yang bisa dilakukan, sayangnya sering kali dilupakan. Padahal, bulan ini bisa menjadi momentum menempa diri agar bisa lebih khusyu' dalam menjalani bulan Puasa.
Tidak menanam benih amal saleh di bulan Rajab dan tidak menyirami tanaman tersebut di bulan Sya’ban, maka sulit baginya mendapat buah taqwa di bulan Ramadhan, ika diibaratkan bulan Rajab dan Sya’ban adalah bulan pemanasan untuk menghadapi bulan Ramadhan. Jadi ketika masuk bulan Ramadhan kita semua sudah siap baik ilmu maupun ibadah.
Abu Bakr al Warraq Al Balkhi - rahimahullah - mengatakan:
شَهْرُ رَجَب شَهْرُ الزَّرْعِ، وَشَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرُ سُقْيِ الزَّرْعِ، وَشَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرُ حَصَادِ الزَّرْعِ
“Rajab adalah bulan untuk menanam, Sya’ban adalah bulan untuk menyiram dan Ramadhan adalah bulan untuk memanen.” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 130)
Sebagian ulama yang lain mengatakan :
السَنةُ مثل الشَجرةِ وشَهرُ رَجب أيامٌ توريقها وشعبان أيامٌ تفريعها ورمضان أيامٌ قطفها والمؤمنون قطافها. جدير بمن سود صحيفته بالذنوب أن يبيضها بالتوبة في هذا الشهر وبمن ضيع عمره في البطالة أن يغتنم فيه ما بقي من العمر
“Waktu setahun itu laksana sebuah pohon. Bulan Rajab adalah waktu menumbuhkan daun, bulan Sya’ban adalah waktu untuk menumbuhkan dahan, dan bulan Ramadhan adalah waktu memanen, pemanennya adalah kaum mukminin. Hendaklah orang yang menghitamkan catatan amalnya dengan dosa-dosa bergegas memutihkannya dengan taubat di bulan-bulan ini, sedang mereka yang telah menyia-nyiakan umurnya dalam kelalaian, hendaklah memanfaatkan sisa umur sebaik-baiknya di waktu tesebut.” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 130).
رجب لِتَرك الآفَات، وشعبان لِاسْتِعمَال الطَّاعَات، ورمضان لِانْتِظَارِ الكَرَامَات، فمَن لَمْ يَتْرُك الآفات، ولَمْ يَسْتَعمِل الطَّاعات، ولم يَنْتَظِر الْكَرَامَات، فَهُو مِن أهل الترهات
Rajab adalah bulan meninggalkan dosa, Sya’ban bulan melaksanakan berbagai ketaatan, Ramadhan adalah bulan penantian berbagai kemuliaan. Siapa yg tidak meninggalkan dosa, tidak menunaikan ketaatan, dan tidak menantikan kemuliaan, maka ia termasuk kalangan yang tidak berguna. (Dzun Nun al-Mishri rahimahullah)
Ayo, jangan kasih kendor ! Kita tidak mungkin dapat memanen kebaikan kalau tidak pernah menanam dan merawat tanaman itu. Jadi, sebagai persiapan mental spiritual, maka kita perlu bermuhasabah dengan qiyamulail dan menghidupkan malam, shalat Tahajud, beristighfar, membaca Al Qur’an dan bermunajat kepada Allah sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Semoga kita semua dipertemukan dengan bulan Ramadhan 1445 H, bersiaplah kawan. Gas keun !